KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA (KBMN) PGRI
Gelombang Ke-32, Pertemuan Ke-12
Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan 
Narasumber: Susanto, S. Pd
Moderator: Sim Chung Wei, S.P


Bismillahirrahmanirrahiim

Materi malam ini juga sangat penting bagi seorang penulis, karena seorang penulis harus  mempunyai kemampuan untuk meneliti dan merasa apakah tulisannya sudah "pas" jika dibaca orang lain? Maka penulis harus membaca berulang-ulang dan memperbaiki keganjalan-keganjalan yang ditemukan.

Apa Proofreading itu?
Proofreading (mengoreksi kembali tulisan kita) dilakukan sebelum menerbitkan tulisan agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan, enak dibaca serta tanda baca yang pas sesuai penggunaannya. https://www.melintas.id/literasi/344721423/tips-dan-trik-proofreading-sebelum-menerbitkan-tulisan-agar-pas-dan-enak-dibaca-bersama-susanto-spd-di-kbmn-31#google_vignette

Sebelum proofreading kita lakukan sebuah tulisan telah melewati perjalanan mulai dari ide sebuah tulisan berasal dari pikiran atau biasa disebut ide.

Ide tersebut kita  tulis baik itu novel, cerpen, esai, atau artikel nonfiksi buku motivasi dan lain sebagainya. Dengan teknik dan dengan kekhasan yang kita miliki. Kita mulai berkreasi atau menulis sampai akhirnya tulisan  selesai. Tulisan yang sudah selesai artinya tulisan itu sudah mencakup semua gagasan yang ingin kita bahas atau tulis dalam satu tema satu pembahasan.
Jika masih menggantung atau masih di pertengahan jalan berarti tulisan itu bulan selesai, apalagi jika masih di angan-angan.
Dari artikel di beberapa website tentang proofreading, dijelaskan bahwa proofreading atau uji baca adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan. Jadi benar, ya, sesungguhnya proofreading adalah kegiatan akhir setelah tulisan selesai.

Tahapan Menyunting Tulisan/Buku




1. Tulis saja dulu ide-ide yang muncul tanpa mempedulikan masalah teknis, selagi ada ada ide yang muncul tulis sampai selesai setelah itu baru kita lakukan proofreading.
2. Jika tulisan sudah selesai jangan buru-buru melakukan proofreading.Tinggalkan dahulu agar emosi kita pada tulisan sudah "mereda". Agar keinginan untuk mengubah kata atau kalimat tidak buru-buru dilakukan. 
3. Selingi dengan kegiatan lain.
3. Setelah sejenak meninggalkan tulisan, saatnya kita kembali dan melakukan proofreading. 
4. Melakukan self editing, mengedit tulisan sendiri.
 
Teknik Proofreading
  1. Baca tulisan kita dengan bersuara, apakah merasa ada keganjalan? Silakan diperbaiki dengan yang lebih tepat
  2. ejaan: tanda baca, kata, struktur kalimat, dan konsistensi penulisan. 
Mana yang benar?
Kreativitas atau kreatifitas
Tidak -- lanjutannya tetapi atau melainkan?
Bukan --- lanjutannya tetapi atau melainkan?
Ilustrasi pesangon untuk pekerja yang berdampak PHK.   >> 
berdampak atau terdampak 
Tidak -- lanjutannya tetapi atau melainkan?
Bukan --- lanjutannya tetapi atau melainkan?
di fasilitasi --- nulisnya dipisah atau dirangkai?

Proofreading berbeda dengan self editing :
Selfediting dilakukan sebelum melakukan proofreading
Editing melibatkan perubahan besar pada konten, struktur dan bahasa
Proofreading merupakan tahap akhir pemeriksaan tulisan sebelum diterbitkan



Comments

Popular posts from this blog