KELAS BELAJAR MENULIS NUSANTARA (KBMN) PGRI 

Resume Pertemuan Ke - 2, Gelombang Ke - 32

Jum'at, 24 Februari 2025


MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION

Pemateri: Dra. Sri Sugiastuti, M. Pd

Moderator: Maesaroh, M Pd


Bismillahirrahmanirrahiim

Pada pertemuan kedua pelatihan ini, kami dibersamai oleh pemateri yang menyebut dirinya ULAMA yaitu Usia Lanjut Masih Aktif, bisa aja ya. Beliau adalah Ibu Sri Sugiastuti, M. Pd seorang kepala sekolah yang tidak hanya berkutat dalam ruang kelas. Namun beliau juga aktif terlibat dalam berbagai komunitas literasi yang ada di Indonesia. Beliau terus menunjukkan komitmen dan dedikasinya untuk membagikan ilmu dan inspirasi kepada para pembaca dan generasi penerus. Beliau telah menulis 51 buku solo dan lebih dari seratus buku antologi, menjadikannya sebagai seorang "Ratu Antologi" versi Pegiat Literasi Nusantara.

Selain itu beliau juga aktif dalam organisasi PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), yang menjadi wadah bagi para guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Keterlibatannya dalam organisasi ini adalah bukti nyata dari komitmennya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan rekan-rekannya dalam dunia pendidikan.

Bunda Sri Sugiastuti, M.Pd merupakan sosok inspiratif, seorang wanita yang mampu multi peran. Alhamdulillah beliau dapat terus menebarkan manfaat kepada lebih banyak orang, baik melalui peran sertanya, tulisannya, maupun ilmunya. Terimakasih juga untuk Bunda Kanjeng yang telah membersamaiku dalam beberapa antologi dan juga buku solo. Semoga semua dharma baktinya menjadi amal jariyah beliau.

Mengapa Menulis Menjadi Passion

1. Kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berfikir

2. Hingga hari ini, profesi menulis adalah salah satu pekerjaan yang dihormati secara sosial

Kendala dan Hambatan dalam Menulis

Beberapa kendala dan hambatan yang dialami seseorang yang ingin menjadi penulis diantaranya:

1. Merasa tidak bakat menulis

2. Tidak memiliki waktu

3. Tidak memiliki ide

4. Tidak mau dikritik

5. Tidak suka menulis

Ketika kita memilih menulis sebagai passion maka kita harus merubah mindset kita bahwa menulis adalah profesi yang mulia sehingga kita menjadi penulis andal yang mempunyai motivasi kuat. Walaupun banyak hambatan dan kendala sebagai penulis pemula. Tetapi karena kita sudah punya niat yang kuat dan yakin. Maka semua semua penghalang akan bisa kita atasi.

Bagaimana kita mulai menulis?

Modal kita adalah satu kata Why (mengapa), dengan kata mengapa ini otak kita akan berkelana mencari jawaban dari berbagai permasalahan yang ada. Mengapa Saya menulis? Masing-masing kita punya alasan tersendiri. Bisa jadi karena kita ingin memberikan manfaat bagi pembaca tulisan kita. Karena kita mengamalkan hadist "khorunnas anfa'uhum linnas" sebaik-baiknya manusia yang memberikan manfaat bagi manusia lainnya.

Langkah-langkah Menjadi Penulis yang Baik

1. Membaca, modal utama menjadi penulis adalah dengan banyak membaca

2. Diskusi, mendiskusikan apa yang kita dengan orang lain bisa memunculkan ide tulisan.Lebih baik lagi jika kita punya mentor menulis

3. Lihat dan rasa

Bisa secara langsung melihat dan merasakan berbagai fenomena di sekitar kita ataupun melalui media sosial

4. Sosialisasi

Menyerap pengetahun dan pengalaman dari kisah orang lain, bisa menjadi ide tulisan kita.

Persiapan Menulis

1. Menggali dan menemukan ide/gagasan, melalui brainstorming

2. Menentukan tujuan, genre dan segmen pembaca, sasaran pembaca menentukan warna tulisan. Seabaiknya pilihlah genre yang disukai dan dikuasai.

3. Menentukan topik, setelah menetapkan untuk apa menulis, genre apa yang dipilih dan siapa sasaran pembacanya

4. Membuat outline, outline merupakan kerangka tulisan yang menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis

5. Mengumpulkan bahan atau materi buku.Penulis perlu memperkaya perspektif dan referensi dengan membaca banyak buku dan sumber bacaan lain

Sebagai penulis pemula sudah seharusnya lebih fokus pada ketekunan (persistence) dalam proses menulis. Tulislah semampu kita terlebih dahulu, jangan berfikir harus sempurna dan jangan terlalu idealis. Tulis saja dulu. Setelah itu barulah ketahap berikutnya yaitu editing, revising dan publisihing.






Comments

Popular posts from this blog